Suswimaiyanti
“MENINGKATKAN
PROFESIONALISME ANGGOTA MKPS, MKKS, DAN MGMP UNTUK MENYONGSONG PKPS, PKKS, DAN
PK ‘GURU’ DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS, SELASA 20 MARET 2012.
1.“Peningkatan Profesionalisme
Guru Melalui Sinergitas MKPS, MKKS dan MGMP di Kab. Banyumas.
Guru
adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, diharapkan mampu berpartisipasi dalam
pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada
Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis,
etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.
Undang-undang
RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 20 ayat (b)
mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru
berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualitas akademik dan kompetensi
secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni. UUGD ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru
untuk meningkatkan profesionalitasnya secara berkelanjutan melalui pelatihan,
penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya. Kegiatan
tersebut sangat dimungkinkan dilaksanakan di kelompok kerja guru (KKG), atau di
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengingat wadah ini dijadikan sebagai
tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis.
Disamping itu berdasarkan PermennegPAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun
2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya tertanggal 10 Nopember
2009, guru atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dipersyaratkan untuk
melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian Berkelanjutan (PKB) bila akan
naik pangkat ke jenjang berikutnya.
Mengingat
pelaksanaan kegiatan PKB menjad syarat wajib bagi guru dan/atau guru yang
mendapatkan tugas tambahan untuk mengembangkan karirnya, dengan demikian perlu
adanya wadah bagi guru dan/atau guru yang mendapat kesempatan di dalam
pelaksanaan PKB. Berkenaan dengan hal tersebut pertemuan guru, kepala sekolah,
dan pengawas sekolah di kelompok/musyawarah kerja menjadi sangat strategis
untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas
sekolah.
Sinergitas
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di kelompok/musyawarah kerja guru, kepala
sekolah, dan pengawas
Sekolah
merupakan harapan nyata dalam upaya pemberian bantuan kepada guru, terutama
wujud bantuan pelayanan profesional, yang dilakukan oleh kepala sekolah dan
pengawas melalui KKKS/MKKS dan KKPS/MKPS untuk meningkatkan proses dan hasil
pembelajaran di kelas. Pembinaan MGMP harus dilaksanakan oleh KKKS/MKKS dan
KKPS?MKPS secara konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan
di satuan pendidikan yang menjadi binaan masing-masing kepala sekolah dan
pengawas anggota KKKS?MKKS dan KKPS/MKPS.
Melalui
pembinaan yang terprogram serta berkelanjutan, diharapkan hasil kegiatan KKG
atau MGMP dapat dipertanggungjawabkan dan diakui oleh pihak-pihak yang terkait
seperti: guru sebagai anggota, kepala sekolah, pengawas sekolah, Dinas
Pendidikan Kabupaten/kota/provinsi, P4TK, LPMP, dan Perguruan Tinggi. Melalui
kegiatan ini dapat memotivasi diri untuk selalu melakukan perbaikan terhadap
kompetensi/subkompetensi hingga dicapai predikat guruprofesional/kepala sekolah
profesional/pengawas sekolah profesional yang akhirnya akan berdampak terhadap
peningkatan prestasi belajar siswa dan mutu pendidikan.
2.“Mengembangkan Pembelajaran
Berbasis Komputer dan Web”
Wacana
profesionalisme pendidikan semakin menyeruak ke publik, bukan hanya di
lingkungan pendidikan saja. Pendidikan menjadi sorotan karena merekalah yang
berada di ujung tombak proses pembelajaran.
Berkembangnya
media komunikasi dan internet pada prinsipnya dapat menjadi media pembelajaran
dan merupakan opsi wahana pengembangan yang sangat strategis. Perkembangan ilmu
dan teknologi telah menjadi keniscayaan online dapat menjadi sumber belajar.
Bagi guru literasi abad ini adalah kemampuan menggunakan media-media tersebut
secara efektif. Oleh karenanya guru dituntut mengembangkan keahlian profesinya.
Untuk itu perlu upaya mengeksplorasi dan mengembangkan hal-hal baru tersebut
dalam pembelajaran.
Pendekatan
pembelajaran klasikal dan ceramah sampai saat ini masih sangat disukai guru
karena ekonomis dan praktis. Tidak selamanya pembelajaran dengan ceramah
berlangsung dengan baik. Gejala negatifnya adalah siswa menjadi cepat bosan,
tidak memperhatikan ceramah guru, bahkan siswa cenderung berbicara sendiri.
Penggunaan
TI dalam pembelajaran dianggap salah satu pemecahan yang sesuai. Apapun
bentuknya penggunaan TI dalam pembelajaran membawa perubahan tradisi atau
budaya pembelajaran baru, baik untuk guru mauupun siswa.
Pertimbangan
Penggunaan Media:
·
Tingkat kecermatan
representasi
·
Tingkat interaksi yang
ditimbulkan
·
Tingkat kemampuan khusus
yang dimiliki
·
Tingkat motivasi yang mampu
ditimbulkan
·
Tingkat biaya yang
diperlukan
Keuntungan pembelajaran berbasis komputer:
·
Memberi kesempatan kepada
siswa untuk memecahkan masalah secara individual
·
Menyediakan presentasi yang menarik dengan animasi
·
Menyediakan pemilihan isi
pembelajaran yang banyak dan beragam
·
Mampu membangkitkan motivasi
dalam belajar
·
Mampu membangkitkan dan
menstimulasi metode mengajar dengan lebih baik
·
Meningkatkan pengembangan
pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan
·
Merangsang siswa belajar
dengan penuh semangat dan materi yang mudah dipelajari
·
Siswa mendpat pengalaman yang
bersifat kongkrit, serta meningkatkan retensi siswa
·
Memberi unpan balik langsung
· Siswa dapat menentukan
sendiri laju pembelajaran
· Siswa dapat melakukan
evaluasi diri.
Kelebihan internet untuk Web Based Learning:
· Kelas tidak membutuhkan
bentuk fisik, semua dapat dibangun dalam aplikasi internet
·
Melalui internet lembaga
pendidikan akan dapat lebih fokus pada program penyelenggaraan
pendidikan/latihan
·
Program Web Based Learning
dapat dilaksanakan dan di update secara tepat
·
Dapat diciptakan interaksi
yang bersifat realtime maupun non realtime
·
Dapat mengakomodasi
keseluruhan proses belajar melalui regristrasi, penyimpanan materi, diskusi,
evaluasi dan transaksi
·
Dapat diakses dari lokasi
mana saja dan bersifat global
·
Materi dapat dirancang
secara multimedia dan dinamis
·
Siswa dapat terhubung ke
pelbagai perpustakaan maya di seluruh dunia dan mennjadikan sebagai media
penelitian dalam meningkatkan pemahaman dan bahan ajar
·
Guru dapat secara cepat
menambah referensi bahan ajar yang bersifat study kasus, tren industri,
proyeksi teknologi, melalui berbagai sumber untuk menambbah wawasan berkaitan
dengan bahan ajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar