Senin, 08 Juli 2013

Meningkatkan Profesionalisme Guru di Kab Banyumas



Suswimaiyanti
“MENINGKATKAN PROFESIONALISME ANGGOTA MKPS, MKKS, DAN MGMP UNTUK MENYONGSONG PKPS, PKKS, DAN PK ‘GURU’ DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS, SELASA 20 MARET 2012.
1.“Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Sinergitas MKPS, MKKS dan MGMP di Kab. Banyumas.
Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.
Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualitas akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. UUGD ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalitasnya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya. Kegiatan tersebut sangat dimungkinkan dilaksanakan di kelompok kerja guru (KKG), atau di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengingat wadah ini dijadikan sebagai tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis. Disamping itu berdasarkan PermennegPAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya tertanggal 10 Nopember 2009, guru atau guru yang mendapatkan tugas tambahan dipersyaratkan untuk melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian Berkelanjutan (PKB) bila akan naik pangkat ke jenjang berikutnya.
Mengingat pelaksanaan kegiatan PKB menjad syarat wajib bagi guru dan/atau guru yang mendapatkan tugas tambahan untuk mengembangkan karirnya, dengan demikian perlu adanya wadah bagi guru dan/atau guru yang mendapat kesempatan di dalam pelaksanaan PKB. Berkenaan dengan hal tersebut pertemuan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok/musyawarah kerja menjadi sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.
Sinergitas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di kelompok/musyawarah kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas
Sekolah merupakan harapan nyata dalam upaya pemberian bantuan kepada guru, terutama wujud bantuan pelayanan profesional, yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas melalui KKKS/MKKS dan KKPS/MKPS untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran di kelas. Pembinaan MGMP harus dilaksanakan oleh KKKS/MKKS dan KKPS?MKPS secara konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan yang menjadi binaan masing-masing kepala sekolah dan pengawas anggota KKKS?MKKS dan KKPS/MKPS.
Melalui pembinaan yang terprogram serta berkelanjutan, diharapkan hasil kegiatan KKG atau MGMP dapat dipertanggungjawabkan dan diakui oleh pihak-pihak yang terkait seperti: guru sebagai anggota, kepala sekolah, pengawas sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/kota/provinsi, P4TK, LPMP, dan Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini dapat memotivasi diri untuk selalu melakukan perbaikan terhadap kompetensi/subkompetensi hingga dicapai predikat guruprofesional/kepala sekolah profesional/pengawas sekolah profesional yang akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dan mutu pendidikan.

2.“Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Komputer dan Web”
Wacana profesionalisme pendidikan semakin menyeruak ke publik, bukan hanya di lingkungan pendidikan saja. Pendidikan menjadi sorotan karena merekalah yang berada di ujung tombak proses pembelajaran.
Berkembangnya media komunikasi dan internet pada prinsipnya dapat menjadi media pembelajaran dan merupakan opsi wahana pengembangan yang sangat strategis. Perkembangan ilmu dan teknologi telah menjadi keniscayaan online dapat menjadi sumber belajar. Bagi guru literasi abad ini adalah kemampuan menggunakan media-media tersebut secara efektif. Oleh karenanya guru dituntut mengembangkan keahlian profesinya. Untuk itu perlu upaya mengeksplorasi dan mengembangkan hal-hal baru tersebut dalam pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran klasikal dan ceramah sampai saat ini masih sangat disukai guru karena ekonomis dan praktis. Tidak selamanya pembelajaran dengan ceramah berlangsung dengan baik. Gejala negatifnya adalah siswa menjadi cepat bosan, tidak memperhatikan ceramah guru, bahkan siswa cenderung berbicara sendiri.
Penggunaan TI dalam pembelajaran dianggap salah satu pemecahan yang sesuai. Apapun bentuknya penggunaan TI dalam pembelajaran membawa perubahan tradisi atau budaya pembelajaran baru, baik untuk guru mauupun siswa.
Pertimbangan Penggunaan Media:
·         Tingkat kecermatan representasi
·         Tingkat interaksi yang ditimbulkan
·         Tingkat kemampuan khusus yang dimiliki
·         Tingkat motivasi yang mampu ditimbulkan
·         Tingkat biaya yang diperlukan


     Keuntungan pembelajaran berbasis komputer:
·         Memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah secara individual
·         Menyediakan presentasi  yang menarik dengan animasi
·         Menyediakan pemilihan isi pembelajaran yang banyak dan beragam
·         Mampu membangkitkan motivasi dalam belajar
·         Mampu membangkitkan dan menstimulasi metode mengajar dengan lebih baik
·         Meningkatkan pengembangan pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan
·         Merangsang siswa belajar dengan penuh semangat dan materi yang mudah dipelajari
·         Siswa mendpat pengalaman yang bersifat kongkrit, serta meningkatkan retensi siswa
·         Memberi unpan balik langsung
·        Siswa dapat menentukan sendiri laju pembelajaran
·        Siswa dapat melakukan evaluasi diri.
     Kelebihan internet untuk Web Based Learning:
·        Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik, semua dapat dibangun dalam aplikasi internet
·         Melalui internet lembaga pendidikan akan dapat lebih fokus pada program penyelenggaraan pendidikan/latihan
·         Program Web Based Learning dapat dilaksanakan dan di update secara tepat
·         Dapat diciptakan interaksi yang bersifat realtime maupun non realtime
·         Dapat mengakomodasi keseluruhan proses belajar melalui regristrasi, penyimpanan materi, diskusi, evaluasi dan transaksi
·         Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global
·         Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis
·         Siswa dapat terhubung ke pelbagai perpustakaan maya di seluruh dunia dan mennjadikan sebagai media penelitian dalam meningkatkan pemahaman dan bahan ajar
·         Guru dapat secara cepat menambah referensi bahan ajar yang bersifat study kasus, tren industri, proyeksi teknologi, melalui berbagai sumber untuk menambbah wawasan berkaitan dengan bahan ajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar